2964-9358 Jurnal Pengabdian Pancasila (JPP) 2964-9358 Jurnal Pengabdian Pancasila (JPP) 10.55927/jpp.v5i2.12 Household Budget Management Based on Priorities and Monthly Planning AryataI Made MarendraI Gede AfghaniIrmawan Corresponding Author: I Made Aryata (dosen01210@unpam.ac.id) 5 2 79 88 29042026 26052026 26062026

Changes in economic dynamics, rising prices of basic necessities, and an increasingly consumerist lifestyle pose challenges for household financial management. Low financial literacy means that many families lack proper financial planning, emergency funds, and systematic budget management. This situation is further exacerbated by inflation, which erodes people’s purchasing power. Therefore, education in household financial management is essential to enhance families’ ability to prioritize needs, manage income effectively, and develop sustainable financial plans. With sound financial management, families are expected to improve their economic resilience and prepare for financial risks arising from unforeseen circumstances.

Priority List Household Management Financial Literacy
PENDAHULUAN

Perubahan dinamika ekonomi, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta meningkatnya gaya hidup konsumtif menjadi tantangan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga di Indonesia. Kondisi tersebut menyebabkan banyak keluarga menghadapi kesulitan dalam menyeimbangkan pendapatan dan pengeluaran, terutama di tengah meningkatnya biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, kemampuan mengelola kebutuhan rumah tangga secara terencana menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga.

Tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia yang masih relatif rendah turut memperburuk kondisi tersebut. Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan meningkat dari 38,03% pada tahun 2019 menjadi 49,68% pada tahun 2022 dan mencapai 66,46% pada tahun 2025. Meskipun mengalami peningkatan, masih terdapat sekitar sepertiga masyarakat yang belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan keuangan. Rendahnya literasi keuangan menyebabkan banyak rumah tangga belum memiliki perencanaan keuangan yang baik, dana darurat, maupun pengelolaan anggaran yang sistematis sehingga rentan terhadap utang konsumtif dan tekanan finansial.

Selain itu, tekanan inflasi juga memberikan dampak terhadap daya beli masyarakat. Pada Januari 2026, tingkat inflasi tahunan Indonesia mencapai sekitar 3,55%, yang menunjukkan masih adanya tekanan harga pada berbagai kebutuhan pokok rumah tangga. Kondisi tersebut menuntut keluarga untuk semakin cermat dalam menentukan prioritas pengeluaran agar kebutuhan dasar tetap dapat terpenuhi tanpa mengganggu stabilitas keuangan keluarga. Dalam perspektif ekonomi rumah tangga, Becker (1965) melalui teori Household Production menjelaskan bahwa rumah tangga bertindak sebagai unit ekonomi yang mengalokasikan sumber daya terbatas untuk memaksimalkan kesejahteraan. Sejalan dengan itu, konsep skala prioritas menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan primer sebelum kebutuhan sekunder dan tersier. Pendekatan ini didukung oleh teori hierarki kebutuhan Maslow yang menempatkan kebutuhan fisiologis dan keamanan sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Perencanaan keuangan yang baik juga memerlukan penganggaran yang sistematis. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah metode alokasi anggaran 50-30-20, yaitu pembagian pendapatan untuk kebutuhan, keinginan, dan tabungan. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa masih banyak rumah tangga di Indonesia yang belum memiliki dana darurat yang memadai, padahal dana darurat berperan penting dalam menghadapi risiko keuangan yang tidak terduga. Berdasarkan kondisi tersebut, pengelolaan kebutuhan rumah tangga berbasis skala prioritas dan perencanaan bulanan menjadi sangat penting untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar secara berkelanjutan, pengelolaan keuangan yang baik juga dapat membentuk disiplin finansial, mengurangi perilaku konsumtif, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang.

PELAKSAAN DAN METODE

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh dosen-dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang adalah salah satu bentuk pelaksanaan dari kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi. Kegiatan PKM kali ini dilaksanakan dengan tema “Manajemen Kebutuhan Rumah Tangga Berbasis Skala Prioritas Dan Perencanaan Bulanan” bertempat di Yayasan Ruhama Al Fajar Kaliputih Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan dengan menggunakan metode diskusi yang diawali dengan penyampaian materi oleh tim dosen kepada peserta. Materi yang diberikan berfokus pada pentingnya manajemen keuangan rumah tangga, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran, penyusunan skala prioritas kebutuhan, serta pentingnya perencanaan keuangan untuk menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan menggunakan media presentasi sehingga peserta dapat memahami konsep- konsep dasar pengelolaan keuangan secara lebih mudah.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pada tahap ini, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, permasalahan, serta kendala yang dihadapi dalam mengelola keuangan rumah tangga. Tim dosen kemudian memberikan penjelasan, masukan, dan solusi yang sesuai dengan kondisi peserta berdasarkan prinsip-prinsip manajemen keuangan yang telah disampaikan sebelumnya. Melalui metode diskusi, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga dapat membandingkan pengalaman dengan peserta lainnya sehingga tercipta proses pembelajaran yang lebih aktif dan partisipatif. Selain itu, diskusi juga digunakan untuk mengidentifikasi pola pengelolaan keuangan yang selama ini diterapkan oleh peserta serta mengevaluasi sejauh mana peserta telah melakukan perencanaan keuangan, penyusunan anggaran bulanan, dan penyediaan dana darurat. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan peserta mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola keuangan rumah tangga secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Menurut Samuelson dan Nordhaus, inflasi adalah kondisi di mana tingkat harga umum mengalami kenaikan yang berkelanjutan dalam periode tertentu (Samuelson & Nordhaus, 2010). Boediono menyatakan bahwa inflasi merupakan kecenderungan kenaikan harga-harga secara umum dan berlangsung terus- menerus (Boediono, 2014). Friedman menyatakan bahwa “inflation is always and everywhere a monetary phenomenon,” yang menekankan bahwa inflasi berkaitan erat dengan pertumbuhan jumlah uang beredar (Friedman, 1968).

Kotler dan Keller mendefinisikan kebutuhan sebagai Suatu keadaan merasa kekurangan yang dirasakan manusia, yang muncul secara alami dan harus dipenuhi untuk mempertahankan kehidupan serta kesejahteraan. (Kotler & Keller, 2022). OJK dalam konteks perencanaan keuangan keluarga menyatakan bahwa kebutuhan adalah Pengeluaran yang wajib dipenuhi untuk menjaga kelangsungan hidup dan stabilitas ekonomi rumah tangga, seperti makanan, tempat tinggal, kesehatan, dan pendidikan (Otoritas Jasa Keuangan, 2022). Kotler dan Keller menjelaskan bahwa Keinginan adalah bentuk kebutuhan manusia yang dipengaruhi oleh budaya dan kepribadian individu (Kotler & Keller, 2022). Solomon menyatakan bahwa: Keinginan merupakan preferensi atau hasrat terhadap produk atau layanan tertentu yang diyakini mampu memberikan kepuasan lebih tinggi, meskipun tidak bersifat esensial bagi kelangsungan hidup. (Solomon, 2021). Schiffman dan Wisenblit mendefinisikan keinginan sebagai: Dorongan konsumtif yang muncul dari persepsi nilai, citra diri, atau aspirasi sosial, yang tidak selalu berkaitan dengan kebutuhan dasar (Schiffman &Wisenblit, 2020)

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang mengangkat tema Manajemen Kebutuhan Rumah Tangga Berbasis Skala Prioritas dan Perencanaan Bulanan telah memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan keuangan keluarga yang terencana dan berkelanjutan. Materi yang disampaikan menunjukkan bahwa kondisi ekonomi yang dinamis, peningkatan harga kebutuhan pokok, serta tingkat inflasi yang masih berfluktuasi dapat memengaruhi daya beli dan stabilitas ekonomi rumah tangga. Oleh karena itu, kemampuan dalam membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun skala prioritas pengeluaran, serta membuat perencanaan anggaran bulanan menjadi keterampilan yang penting dimiliki setiap keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya dana darurat dan literasi keuangan sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi keluarga. Melalui metode diskusi dan tanya jawab, peserta memperoleh wawasan mengenai strategi pengelolaan pendapatan, pengendalian pengeluaran, serta langkah-langkah menghadapi risiko keuangan yang tidak terduga. Dengan penerapan manajemen keuangan rumah tangga yang baik, keluarga diharapkan mampu mengurangi perilaku konsumtif, meningkatkan kebiasaan menabung, serta menciptakan kondisi keuangan yang lebih sehat dan stabil

DAFTAR PUSTAKA CFP Board 2019 Financial Planning Competency Handbook Wiley Gitman L. J. Zutter C. J. 2015 Principles of Managerial Finance 14th ed. Pearson Kapoor J. R. Dlabay L. R. Hughes R. J. 2012 Personal Finance 10th ed. McGraw-Hill Otoritas Jasa Keuangan 2022 Perencanaan Keuangan Keluarga OJK Bank Indonesia 2023 World Bank 2021 Financial Consumer Protection and Resilience Report World Bank Publications CFP Board 2024 Guide to Financial Resilience and Emergency Planning OECD 2020 OECD/INFE 2020 International Survey of Adult Financial Literacy OECD Publishing Atkinson A. Messy F. 2021 Measuring Financial Literacy: Results of the OECD/INFE Survey OECD Publishing Lusardi A. 2020 Financial Literacy and the Need for Financial Education: Evidence and Implications Swiss Journal of Economics and Statistics 156 1 1 8 Otoritas Jasa Keuangan 2022 Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia OJK World Bank 2021 Financial Capability and Resilience Report World Bank Publications Mankiw N. G. 2021 Principles of Economics 9th ed. Cengage Learning Samuelson P. A. Nordhaus W. D. 2019 Economics 20th ed. McGraw-Hill Education United Nations Development Programme 2022 Human Development Report 2022: Uncertain Times, Unsettled Lives UNDP Kotler P. Keller K. L. 2022 Marketing Management 16th ed. Pearson Solomon M. R. 2021 Consumer Behavior: Buying, Having, and Being 13th ed. Pearson